Sleman, Program Studi Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan pengendalian parasit gastrointestinal pada ternak domba melalui pendekatan deworming berbasis monitoring lapangan. Kegiatan ini dilaksanakan di peternakan mitra Sinatria Farm, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, sebagai bagian dari upaya mendorong penerapan manajemen kesehatan ternak yang lebih terukur dan berkelanjutan.
Pendekatan yang diterapkan dalam kegiatan ini tidak hanya menekankan pemberian obat cacing secara rutin, tetapi juga didasarkan pada evaluasi kondisi parasit melalui pemeriksaan feses. Evaluasi tersebut dilakukan untuk menilai efektivitas program deworming yang selama ini dijalankan oleh peternak, sekaligus mengidentifikasi potensi terjadinya reinfeksi di lingkungan kandang.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa infeksi parasit gastrointestinal masih banyak dijumpai pada sebagian ternak, dengan dominasi kelompok Strongyle, diikuti oleh Eimeria sp. dan Trichuris sp. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengendalian parasit yang dilakukan secara periodik tanpa didukung pemantauan kondisi lapangan belum memberikan hasil optimal. Faktor lingkungan kandang dan sanitasi yang kurang memadai diduga berperan dalam mempertahankan siklus infeksi parasit.
Ketua tim pengabdian, drh. Naela Wanda Yusria Dalimunthe, M.Sc., menjelaskan bahwa pendekatan berbasis monitoring menjadi kunci agar program deworming dapat lebih tepat sasaran. Pengendalian parasit, menurutnya, perlu disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan sehingga penggunaan obat cacing menjadi lebih rasional dan risiko resistensi dapat ditekan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga melibatkan Dr. drh. Fathur Rohman Haryadi, M.Sc., dosen pengampu mata kuliah Parasitologi sekaligus peneliti di bidang parasitologi, sebagai anggota tim pengabdian. Kontribusi beliau difokuskan pada interpretasi hasil pemeriksaan parasit, penyusunan strategi pengendalian berbasis Targeted Selective Treatment (TST), serta penguatan pemahaman peternak mengenai siklus hidup parasit dan faktor lingkungan yang mempengaruhi terjadinya reinfeksi.
Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian akan memberikan pendampingan kepada peternak terkait penerapan TST, rotasi obat cacing berdasarkan golongan farmakologis, serta perbaikan sanitasi kandang dan pengelolaan feses. Pendekatan ini dinilai lebih efisien dibandingkan pengobatan massal tanpa diagnosis, karena mampu menekan biaya pengobatan sekaligus mengurangi risiko resistensi anthelmintik dalam jangka panjang.



Lebih jauh, kegiatan pengabdian ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Peningkatan kesehatan dan produktivitas ternak domba mendukung penguatan ketahanan pangan berbasis protein hewani (SDG 2: Zero Hunger). Penerapan pengendalian parasit yang rasional dan berbasis data lapangan turut menciptakan lingkungan peternakan yang lebih sehat dan berkelanjutan (SDG 3: Good Health and Well-being dan SDG 12: Responsible Consumption and Production). Selain itu, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan lapangan ini memperkuat pembelajaran kontekstual melalui integrasi pendidikan, riset terapan, dan pengabdian kepada masyarakat (SDG 4: Quality Education).
Melalui program ini, Program Studi Teknologi Veteriner, DTHV, Sekolah Vokasi UGM menegaskan komitmennya dalam mendorong penerapan manajemen kesehatan ternak yang berbasis kajian ilmiah, responsif terhadap kondisi lapangan, serta dapat diadopsi secara berkelanjutan oleh peternakan rakyat.