• UGM
  • IT Center
Universitas Gadjah Mada SARJANA TERAPAN TEKNOLOGI VETERINER
SEKOLAH VOKASI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • HOME
  • PROFIL
    • PROFIL TEKVET
    • SEJARAH SINGKAT
    • PROSPEK KERJA
    • VISI DAN MISI
    • TUJUAN
    • PENGELOLA
    • TENAGA PENGAJAR
    • Tenaga Kependidikan
    • LINGKUP/BIDANG KERJA
  • AKADEMIK
    • FASILITAS
    • KURIKULUM TEKVET
    • KOMPETENSI
    • PUBLIKASI MAHASISWA
  • KEMAHASISWAAN
    • PENERIMAAN MAHASISWA BARU
    • BEASISWA
    • SIMASTER UGM
    • KARIER ALUMNI
  • INFORMASI PUBLIK
    • Kepuasan Pengguna Lulusan
    • Kuesioner Kepuasan Pelayanan Mahasiswa
    • Dokumen Akreditasi Prodi
  • Saran
  • Beranda
  • Post
  • Penerapan Model Deworming Berbasis Monitoring untuk Penguatan Kesehatan Domba di Peternakan Rakyat

Penerapan Model Deworming Berbasis Monitoring untuk Penguatan Kesehatan Domba di Peternakan Rakyat

  • Post
  • 18 December 2025, 08.24
  • Oleh: teknologiveteriner-sv
  • 0

Sleman, Program Studi Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan pengendalian parasit gastrointestinal pada ternak domba melalui pendekatan deworming berbasis monitoring lapangan. Kegiatan ini dilaksanakan di peternakan mitra Sinatria Farm, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, sebagai bagian dari upaya mendorong penerapan manajemen kesehatan ternak yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Pendekatan yang diterapkan dalam kegiatan ini tidak hanya menekankan pemberian obat cacing secara rutin, tetapi juga didasarkan pada evaluasi kondisi parasit melalui pemeriksaan feses. Evaluasi tersebut dilakukan untuk menilai efektivitas program deworming yang selama ini dijalankan oleh peternak, sekaligus mengidentifikasi potensi terjadinya reinfeksi di lingkungan kandang.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa infeksi parasit gastrointestinal masih banyak dijumpai pada sebagian ternak, dengan dominasi kelompok Strongyle, diikuti oleh Eimeria sp. dan Trichuris sp. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengendalian parasit yang dilakukan secara periodik tanpa didukung pemantauan kondisi lapangan belum memberikan hasil optimal. Faktor lingkungan kandang dan sanitasi yang kurang memadai diduga berperan dalam mempertahankan siklus infeksi parasit.

Ketua tim pengabdian, drh. Naela Wanda Yusria Dalimunthe, M.Sc., menjelaskan bahwa pendekatan berbasis monitoring menjadi kunci agar program deworming dapat lebih tepat sasaran. Pengendalian parasit, menurutnya, perlu disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan sehingga penggunaan obat cacing menjadi lebih rasional dan risiko resistensi dapat ditekan.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga melibatkan Dr. drh. Fathur Rohman Haryadi, M.Sc., dosen pengampu mata kuliah Parasitologi sekaligus peneliti di bidang parasitologi, sebagai anggota tim pengabdian. Kontribusi beliau difokuskan pada interpretasi hasil pemeriksaan parasit, penyusunan strategi pengendalian berbasis Targeted Selective Treatment (TST), serta penguatan pemahaman peternak mengenai siklus hidup parasit dan faktor lingkungan yang mempengaruhi terjadinya reinfeksi.

Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian akan memberikan pendampingan kepada peternak terkait penerapan TST, rotasi obat cacing berdasarkan golongan farmakologis, serta perbaikan sanitasi kandang dan pengelolaan feses. Pendekatan ini dinilai lebih efisien dibandingkan pengobatan massal tanpa diagnosis, karena mampu menekan biaya pengobatan sekaligus mengurangi risiko resistensi anthelmintik dalam jangka panjang.

Lebih jauh, kegiatan pengabdian ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Peningkatan kesehatan dan produktivitas ternak domba mendukung penguatan ketahanan pangan berbasis protein hewani (SDG 2: Zero Hunger). Penerapan pengendalian parasit yang rasional dan berbasis data lapangan turut menciptakan lingkungan peternakan yang lebih sehat dan berkelanjutan (SDG 3: Good Health and Well-being dan SDG 12: Responsible Consumption and Production). Selain itu, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan lapangan ini memperkuat pembelajaran kontekstual melalui integrasi pendidikan, riset terapan, dan pengabdian kepada masyarakat (SDG 4: Quality Education).

Melalui program ini, Program Studi Teknologi Veteriner, DTHV, Sekolah Vokasi UGM menegaskan komitmennya dalam mendorong penerapan manajemen kesehatan ternak yang berbasis kajian ilmiah, responsif terhadap kondisi lapangan, serta dapat diadopsi secara berkelanjutan oleh peternakan rakyat.

 

Tags: SDGS12 SDGS12 KONSUMSI DAN PRODUKSI YANG BERTANGGUNG JAWAB SDGS12 RESPONSIBLE CONSUMPTION AND PRODUCTION SDGS2 SDGS2 TANPA KELAPARAN SDGS2 ZERO HUNGER SDGS3 SDGS3 GOOD HEALTH AND WELL-BEING SDGS3 KEHIDUPAN SEHAT DAN SEJAHTERA SDGS4 SDGS4 PENDIDIKAN BERKUALITAS SDGS4 QUALITY EDUCATION

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Recent Posts

  • Prodi Teknologi Veteriner inisiasi Presentasi Tugas Akhir dengan Bahasa Inggris Tahun 2026
  • Serah Terima Jabatan Keluarga Mahasiswa Teknologi Veteriner Periode 2026
  • Musyawarah Besar KMTV 2026: Lahirkan Kepengurusan Baru, Kabinet Sattva Vikara
  • [Lowongan Kerja] QC Inspector- JAPFA Food
  • [Lowongan Kerja] Paramedis Veteriner – SATWAKITA
  • [Lowongan Kerja] Sales Produk Spesialis Vet – Setia Medika
Universitas Gadjah Mada

Sekolah Vokasi
Sarjana Terapan Teknologi Veteriner
Universitas Gadjah Mada
Gedung Sekip Unit II Lt.2, Jl. Yacaranda, UGM, Yogyakarta 55281
Telp 0274-581124

 

              

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY