Mahasiswa Program Studi Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Almira Alya Rifadha, Kharisma Dhea Aninda, dan Maryam, melaksanakan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Internal di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Banten, Satuan Pelayanan Soekarno Hatta yang berfokus pada pencegahan masuk, keluar, dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), memastikan keamanan dan mutu pangan/pakan, serta tumbuhan/satwa liar (langka). Kegiatan magang ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai sistem karantina hewan, pengawasan lalu lintas komoditas hewan, serta prosedur pengujian laboratorium yang dilakukan untuk menjamin keamanan dan kesehatan komoditas yang akan dilakukan untuk menjamin keamanan dan kesehatan komoditas yang akan dilalulintaskan. Selama proses pelaksanaan program, aktivitas magang dibagi ke dalam tiga unit utama yakni kantor pelayanan karantina, pengujian laboratorium, dan instalasi karantina hewan.
SDGS12
Program Studi Teknologi Veteriner Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan kuliah tamu sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa melalui Mata Kuliah Good Laboratory Practice (GLP). Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 7 Mei 2026 tersebut mengangkat tema “Implementasi Good Laboratory Practice dalam Pengelolaan Limbah B3 di BBvet Wates” dan diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting. Kuliah tamu ini diikuti oleh mahasiswa Prodi Teknologi Veteriner serta dosen pengampu mata kuliah terkait. Kegiatan menghadirkan narasumber Dr. drh. Ully Indah Apriliana, M.Sc. yang memberikan pemaparan mengenai penerapan prinsip-prinsip GLP dalam pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di lingkungan laboratorium veteriner. Dalam paparannya, narasumber menjelaskan pentingnya penerapan standar keamanan laboratorium, mulai dari identifikasi limbah, proses penyimpanan, pengolahan, hingga pembuangan limbah B3 sesuai regulasi yang berlaku. Pengelolaan limbah yang tepat dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hasil laboratorium sekaligus melindungi kesehatan manusia dan lingkungan.
Program Studi Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada mewajibkan mahasiswa semester 6 untuk melaksanakan kegiatan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) internal selama 560 jam (± 3,5 bulan). Kegiatan ini dilaksanakan di Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, dengan penempatan pada bagian Pengamatan Penyakit Hewan (P2H). Pada bagian ini, mahasiswa terlibat dalam kegiatan surveilans penyakit hewan yang berfokus pada pengolahan, analisis, dan interpretasi data sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengendalian penyakit di tingkat nasional.
Yogyakarta, UGM – Program Studi Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) terus memperkuat komitmennya dalam pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) melalui penerapan prinsip Good Laboratory Practice (GLP) di lingkungan laboratorium.
Pengelolaan limbah B3 menjadi aspek penting dalam kegiatan praktikum dan penelitian di bidang teknologi veteriner yang berkaitan erat dengan penggunaan bahan biologis, kimia, serta peralatan laboratorium. Oleh karena itu, Prodi Teknologi Veteriner telah menerapkan sistem pemilahan limbah secara terstruktur sebagai upaya menjaga keselamatan kerja serta mencegah dampak negatif terhadap lingkungan. Pemilahan dilakukan berdasarkan kategori, antara lain limbah plastik (microtip, spuit, botol infus, falcon tube), limbah bahan karet (gloves, infus set, tutup vacuum tube), limbah kaca, limbah non-infeksius, limbah infeksius, limbah benda tajam, serta sisa media yang telah disterilisasi. Sistem pemilahan ini dilakukan sejak tahap awal penanganan limbah, termasuk penggunaan wadah khusus yang telah disediakan di laboratorium. Limbah yang masih berada dalam kantong sementara diwajibkan untuk dipindahkan ke tempat penampungan sesuai kategori sebelum proses pengolahan lebih lanjut.
Upaya peningkatan kompetensi terus dilakukan oleh Program Studi Teknologi Veteriner, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), salah satunya melalui partisipasi teknisi laboratorium dalam mengikuti Pelatihan Auditor Halal. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada 2–6 Maret 2026 melalui Halal Institute, sebagai bagian dari langkah nyata dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan industri halal yang semakin berkembang. Pelatihan auditor halal ini bertujuan untuk membekali peserta dengan kompetensi sebagai auditor halal melalui pelatihan yang mengacu pada standar Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Peserta diharapkan mampu memahami serta melaksanakan proses audit terhadap sistem jaminan produk halal secara profesional sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sleman, Program Studi Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan pengendalian parasit gastrointestinal pada ternak domba melalui pendekatan deworming berbasis monitoring lapangan. Kegiatan ini dilaksanakan di peternakan mitra Sinatria Farm, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, sebagai bagian dari upaya mendorong penerapan manajemen kesehatan ternak yang lebih terukur dan berkelanjutan.


Kabupaten Dompu terletak di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dompu diketahui merupakan salah satu wilayah dengan sistem peternakan sapi potong yang dilakukan secara ekstensif. Sistem pemeliharaan ternak secara ekstensif dilakukan dengan cara melepaskan ternak di lahan penggembalaan selama periode pemeliharaan, pakan bergantung kondisi alam dan musim, serta minim intervensi terhadap ternak (Hilmiati et al., 2019). Mayoritas peternak di Dompu melakukan kegiatan pemeliharaan ternak secara tradisional dengan cara menggembalakan ternak di padang umbaran atau di lahan pribadi, serta mengintegrasikan crop cow dengan memanfaatkan limbah pertanian (jagung, kacang hijau, padi). Pemerintah daerah melalui Dinas Peternakan juga terus mendukung sektor peternakan dan kesehatan hewan di Dompu melalui program khusus yaitu vaksinasi ternak rutin per tahun dan registrasi ternak.
Koinfeksi LSD dan PMK, Mungkinkah Terjadi pada Sapi Indonesia?


Dua penyakit menular pada sapi kembali menjadi perhatian dunia peternakan di Indonesia: Lumpy Skin Disease (LSD) dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Keduanya sama-sama disebabkan oleh virus dan menimbulkan dampak besar terhadap kesehatan dan produktivitas ternak. Hasil penelitian tim Program Studi Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan bukti adanya infeksi ganda (koinfeksi) dua virus berbeda pada satu individu sapi.
Mendukung kesehatan ternak dan keamanan pangan melalui inovasi berbasis minyak atsiri.



Tim peneliti mahasiswi Program Studi Teknologi Veteriner (Prodi TekVet), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dibimbing oleh drh. Clara Ajeng Artdita, M.Sc., tengah mengembangkan nanoemulsi minyak atsiri herbal sebagai inovasi untuk pencegahan mastitis pada ternak perah. Penelitian ini dilakukan secara in vitro di Laboratorium Pengembangan dan Inovasi Veteriner TekVet UGM, dengan tujuan menciptakan solusi alami yang efektif sekaligus mendukung praktik peternakan berkelanjutan.




Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) adalah penyakit menular yang menyerang sapi, disebabkan oleh virus dari kelompok Capripoxvirus. Penyakit ini menyebabkan munculnya benjolan-benjolan besar pada kulit, demam, lemas, serta penurunan nafsu makan. Di Yogyakarta, khususnya di wilayah Kulon Progo, kasus LSD pada sapi sudah mulai ditemukan sejak tahun 2023. Penyakit ini menjadi masalah serius karena bisa menurunkan produktivitas ternak dan menyebar dengan cepat. Melihat kondisi tersebut, drh. Fajar Budi Lestari, M.Biotech., Ph.D. dosen dari Program Studi Teknologi Veteriner, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama beberapa mahasiswanya, melakukan penelitian untuk mengetahui dampak penyakit ini secara lebih dalam, khususnya melalui pemeriksaan darah atau yang dikenal dengan istilah hematologi.