Mendukung kesehatan ternak dan keamanan pangan melalui inovasi berbasis minyak atsiri.



Tim peneliti mahasiswi Program Studi Teknologi Veteriner (Prodi TekVet), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dibimbing oleh drh. Clara Ajeng Artdita, M.Sc., tengah mengembangkan nanoemulsi minyak atsiri herbal sebagai inovasi untuk pencegahan mastitis pada ternak perah. Penelitian ini dilakukan secara in vitro di Laboratorium Pengembangan dan Inovasi Veteriner TekVet UGM, dengan tujuan menciptakan solusi alami yang efektif sekaligus mendukung praktik peternakan berkelanjutan.

Mastitis atau peradangan ambing merupakan salah satu masalah utama pada ternak perah yang dapat menurunkan produksi dan kualitas susu. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi pendapatan peternak, tetapi juga menimbulkan risiko terhadap keamanan pangan. Selama ini, pengobatan mastitis umumnya mengandalkan antibiotik, namun penggunaannya dapat menyebabkan resistensi antimikroba dan mengakibatkan susu harus dibuang selama masa pengobatan.

Melalui penelitian ini, tim Prodi TekVet UGM ini meneliti minyak atsiri herbal yang disalut menggunakan kitosan dan kombinasi beberapa bahan penstabil dan plasticizer (meningkatkan fleksibilats polimer) untuk membentuk nanoemulsi yang stabil, sehingga kandungan aktifnya lebih terlindungi dan tidak mudah menguap. Formula tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai bahan antiseptik pencelup ambing (dipping) pasca pemerahan guna mencegah infeksi bakteri Staphylococcus sp., penyebab utama mastitis.
Inovasi ini menjadi langkah awal menuju solusi ramah lingkungan yang mendukung kesehatan ternak, keamanan susu, dan kesejahteraan peternak. Penelitian ini sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yakni SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dalam mendukung ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dalam menjaga kesehatan hewan dan masyarakat, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi baru, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan bahan alami yang ramah lingkungan.
Ke depan, penelitian ini akan dilanjutkan ke tahap in vivo untuk menguji efektivitas pada hewan percobaan. Tim TekVet UGM berkomitmen untuk membagikan hasil riset ini kepada para peternak, guna memperkuat kolaborasi antara akademisi dan peternak. Melalui inovasi ini, Sekolah Vokasi UGM terus mendorong riset terapan yang berdampak nyata bagi kesehatan ternak, keamanan pangan, dan keberlanjutan peternakan di Indonesia.