Mahasiswa Program Studi Teknologi Veteriner (Prodi Tekvet) pada Semester Genap TA 2025/2026 melaksanakan kegiatan magang industri di Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Pengembangan Pembibitan Ternak dan Diagnostik Kehewanan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta (UPTD BPPTDK DPKP DIY). Instansi tersebut memiliki dua unit laboratorium yang terdiri dari Laboratorium Kesehatan Hewan dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner. Mahasiswa Prodi Tekvet melakukan magang di UPTD BPPTDK dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan terkait pengujian laboratorium. Kegiatan rutin yang diikuti mahasiswa meliputi pelayanan laboratorium kesehatan hewan, termasuk persiapan sampel, pelaksanaan pengujian, dan pengamatan hasil uji. Salah satu layanan pengujian yang dipelajari adalah pengujian Hemagglutination (HA) dan Hemagglutination Inhibition (HI) Test Avian Influenza (AI) untuk mendeteksi keberadaan virus AI dan mengidentifikasi titer antibodi AI pada unggas. Pengujian tersebut dilakukan sebagai upaya pengendalian dan pencegahan penyakit hewan menular pada ternak terutama unggas karena dapat berdampak negatif terhadap sektor peternakan maupun kesehatan masyarakat.
SDGS2 TANPA KELAPARAN
Mahasiswa Program Studi Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Almira Alya Rifadha, Kharisma Dhea Aninda, dan Maryam, melaksanakan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Internal di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Banten, Satuan Pelayanan Soekarno Hatta yang berfokus pada pencegahan masuk, keluar, dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), memastikan keamanan dan mutu pangan/pakan, serta tumbuhan/satwa liar (langka). Kegiatan magang ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai sistem karantina hewan, pengawasan lalu lintas komoditas hewan, serta prosedur pengujian laboratorium yang dilakukan untuk menjamin keamanan dan kesehatan komoditas yang akan dilakukan untuk menjamin keamanan dan kesehatan komoditas yang akan dilalulintaskan. Selama proses pelaksanaan program, aktivitas magang dibagi ke dalam tiga unit utama yakni kantor pelayanan karantina, pengujian laboratorium, dan instalasi karantina hewan.
Program Studi Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada mewajibkan mahasiswa semester 6 untuk melaksanakan kegiatan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) internal selama 560 jam (± 3,5 bulan). Kegiatan ini dilaksanakan di Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, dengan penempatan pada bagian Pengamatan Penyakit Hewan (P2H). Pada bagian ini, mahasiswa terlibat dalam kegiatan surveilans penyakit hewan yang berfokus pada pengolahan, analisis, dan interpretasi data sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengendalian penyakit di tingkat nasional.
YOGYAKARTA – Tantangan global yang kian kompleks pada sektor peternakan dan kesehatan hewan, tata kelola pelayanan publik dituntut untuk inovatif, berbasis data, dan kolaboratif. Semangat ini melandasi perhelatan Forum Konsultasi Publik (FKP) 2026 yang digelar oleh Balai Pengembangan Perbibitan Ternak dan Diagnostik Kehewanan (BPPTDK) di bawah naungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta. Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (11/2/2026) di Ruang Rapat Cempaka, Gedung C DPKP DIY, Jalan Gondosuli, Yogyakarta ini menjadi momentum krusial bagi masa depan sektor peternakan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Agenda utama bertajuk “Evaluasi Standar Layanan Publik BPPTDK DPKP DIY Tahun 2025” ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, pelaku usaha peternakan, hingga elemen akademisi.
Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Veteriner (Prodi Tekvet), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan bimbingan teknis persiapan uji kompetensi penyusunan dokumen sistem Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) berlisensi BNSP yang akan dilaksanakan pada bulan Maret 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Prodi Tekvet dalam memastikan mahasiswa memiliki kesiapan yang optimal, baik secara konseptual maupun praktis, sebelum mengikuti uji kompetensi. Melalui bimbingan ini, mahasiswa dibekali pemahaman mendalam terkait identifikasi bahaya, penentuan batas kritis, hingga penyusunan dokumen HACCP sesuai standar industri pangan.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPAN RB) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Perubahan atas PermenPAN RB Nomor 23 Tahun 2024 mengenai Jabatan Fungsional di Bidang Pertanian, Program Studi D4 Teknologi Veteriner secara resmi telah masuk dalam kualifikasi dasar pendidikan yang dapat mendaftar formasi Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian. Pasal 24 ayat (1) huruf d angka 1 huruf c, menyebutkan bahwa lulusan S-1 atau D-IV dari berbagai bidang yang relevan, termasuk Teknologi Veteriner, memenuhi persyaratan pendidikan untuk diangkat sebagai Penyuluh Pertanian Ahli Pertama

Program Studi Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada mencatat capaian akademik dosen melalui keberhasilan drh. Morsid Andityas, M.Sc., Ph.D. dalam menyelesaikan pendidikan Ph.D. (S3) di Faculty of Veterinary Medicine, Khon Kaen University, Thailand. Pendidikan doktoral tersebut diselesaikan dalam waktu 3 tahun 11 bulan.
Selama menempuh studi doktoral, drh. Morsid Andityas, M.Sc., Ph.D. secara aktif melaksanakan kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah. Hingga akhir masa studi, yang bersangkutan menghasilkan tujuh publikasi ilmiah internasional pada jurnal bereputasi yang terindeks Scopus dengan kuartil Q1 dan Q2. Capaian ini menunjukkan konsistensi dalam pengembangan riset serta kontribusi ilmiah di bidang ilmu veteriner.
Sleman, Program Studi Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan pengendalian parasit gastrointestinal pada ternak domba melalui pendekatan deworming berbasis monitoring lapangan. Kegiatan ini dilaksanakan di peternakan mitra Sinatria Farm, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, sebagai bagian dari upaya mendorong penerapan manajemen kesehatan ternak yang lebih terukur dan berkelanjutan.
Kulon Progo – Bagi sebagian besar masyarakat pedesaan, beternak domba seringkali masih dipandang sebelah mata. Kegiatan beternak domba-kambing hanyalah usaha sampingan, sekadar “Celengan” hidup yang baru akan dipecah—atau dijual—saat ada kebutuhan mendesak. Pola pikir ini yang selama ini menyelimuti peternak tradisional. Realitas di lapangan, pada kegiatan pengabdian masyarakat di Kelompok Ternak “Ngudi Rahayu” di Ngentakrejo, Lendah, Kulon Progo, data menunjukkan mayoritas kandang masih dikelola secara tradisional tanpa memperhatikan sanitasi dan manajemen limbah. Akibatnya, pemeliharaan harian menjadi sulit dan tidak efisien. Padahal, dengan rata-rata kepemilikan ternak kurang dari 4 ekor per orang, potensi ekonomi kelompok ini sejatinya sangat besar jika dikelola dengan manajemen modern.
Pengabdian Masyarakat oleh Program Studi (Prodi) Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi (SV), Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat oleh Tim SV UGM dilakukan dengan mencari permasalahan yang ada dan memberikan solusi untuk meningkatkan kelas peternakan tradisional di Kapanewon (Kecamatan) Lendah, Kulon Progo menuju peternakan sehat dengan kandang modern. Geliat peternakan domba di Lendah, Kulon Progo, DIY, kini memasuki babak baru. Para peternak di Dusun Bendo (Kalurahan Ngentakrejo), Kelompok Ternak Ngudi Rahayu (Lendah), yang puluhan tahun menjalankan usaha sebagai “tabungan” ternak, kini didorong untuk memulai bertransformasi. Melalui program pengabdian masyarakat pada tahun 2025 ini, Peternak dimotivasi agar beralih dari manajemen yang dikelola secara sambilan, menjadi peternak modern yang mampu memanfaatkan teknologi digital.