Program Studi Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada kembali mencatat capaian akademik dosen melalui keberhasilan drh. Dela Ria Nesti, M.Sc., Ph.D. dalam menyelesaikan pendidikan Doctor of Philosophy (Ph.D.) di bidang Infectious Diseases pada Graduate School of Infectious Diseases, Faculty of Veterinary Medicine, Hokkaido University, Jepang. Pendidikan doktoral tersebut ditempuh melalui program special course for zoonosis control expert, bagian dari Program for One Health Frontier Graduate School of Excellence, dan dinyatakan lulus pada 25 Maret 2026. Selain itu, drh. Dela Ria Nesti, M.Sc., Ph.D. juga meraih sertifikasi sebagai zoonosis control expert, yang menunjukkan kompetensi khusus dalam pengendalian penyakit zoonotik berbasis pendekatan ilmiah dan terintegrasi.
Post
Program Studi Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada menyampaikan apresiasi atas capaian akademik drh. Dhasia Ramandani, M.Sc., Ph.D. yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan Doctor of Philosophy (Ph.D) di Joint Graduate School of Veterinary Medicine, Yamaguchi University, Jepang. Pendidikan doktoral tersebut ditempuh dalam kurun waktu 4 tahun dan diselesaikan tepat waktu. Selama menjalani studi, beliau melakukan penelitian di Veterinary Pathology Laboratory dengan fokus pada kajian patologi penyakit paru. Disertasi yang dihasilkan berjudul “Pathological study of eosinophil-driven mechanisms in novel murine models of allergic and fibrotic pulmonary disease.” Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan model hewan percobaan untuk memahami mekanisme berbasis eosinofil pada penyakit paru, baik dalam kondisi alergi maupun fibrosis, yang memiliki relevansi dalam pengembangan ilmu patologi veteriner terapan.
Yogyakarta, UGM – Program Studi Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) terus memperkuat komitmennya dalam pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) melalui penerapan prinsip Good Laboratory Practice (GLP) di lingkungan laboratorium.
Pengelolaan limbah B3 menjadi aspek penting dalam kegiatan praktikum dan penelitian di bidang teknologi veteriner yang berkaitan erat dengan penggunaan bahan biologis, kimia, serta peralatan laboratorium. Oleh karena itu, Prodi Teknologi Veteriner telah menerapkan sistem pemilahan limbah secara terstruktur sebagai upaya menjaga keselamatan kerja serta mencegah dampak negatif terhadap lingkungan. Pemilahan dilakukan berdasarkan kategori, antara lain limbah plastik (microtip, spuit, botol infus, falcon tube), limbah bahan karet (gloves, infus set, tutup vacuum tube), limbah kaca, limbah non-infeksius, limbah infeksius, limbah benda tajam, serta sisa media yang telah disterilisasi. Sistem pemilahan ini dilakukan sejak tahap awal penanganan limbah, termasuk penggunaan wadah khusus yang telah disediakan di laboratorium. Limbah yang masih berada dalam kantong sementara diwajibkan untuk dipindahkan ke tempat penampungan sesuai kategori sebelum proses pengolahan lebih lanjut.


Dosen Program Studi Teknologi Veteriner Universitas Gadjah Mada (UGM) turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Calon Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM UGM). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM pada tanggal 7–8 April 2026 bertempat di Ballroom Teaching Industry Learning Center (TILC) Sekolah Vokasi UGM. Dosen Program Studi Teknologi Veteriner (Prodi TekVet) yang mengikuti workshop pada kesempatan ini adalah: drh. M. Rosyid Ridlo, M.Sc., Ph.D; drh Naela Wanda Yusria Dalimunthe, M.Sc; Febri Ariyanti, S.Pt., M.Sc; dan Dr. drh. Fathur Rohman Haryadi., M.Sc.
Upaya peningkatan kompetensi terus dilakukan oleh Program Studi Teknologi Veteriner, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), salah satunya melalui partisipasi teknisi laboratorium dalam mengikuti Pelatihan Auditor Halal. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada 2–6 Maret 2026 melalui Halal Institute, sebagai bagian dari langkah nyata dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan industri halal yang semakin berkembang. Pelatihan auditor halal ini bertujuan untuk membekali peserta dengan kompetensi sebagai auditor halal melalui pelatihan yang mengacu pada standar Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Peserta diharapkan mampu memahami serta melaksanakan proses audit terhadap sistem jaminan produk halal secara profesional sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Program Studi Teknologi Veteriner (TekVet) Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner sukses menyelenggarakan kegiatan Scientific Poster Day 2026 pada hari Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk simulasi presentasi poster ilmiah dalam forum akademik, yang bertujuan untuk melatih mahasiswa dalam menyampaikan hasil penelitian secara efektif dan komunikatif dalam bentuk presentasi Poster Ilmiah.
Scientific Poster Day menjadi salah satu luaran wajib dari mata kuliah Bahasa Inggris di Program Studi TekVet yang diampu oleh tiga dosen, yaitu drh. Fatkhanuddin Aziz, M.Biotech, Ph.D., drh. Clara Ajeng Artdita, M.Sc., dan drh. M. Rosyid Ridlo, M.Sc., Ph.D. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami materi secara akademik, tetapi juga mampu mengomunikasikan hasil penelitian atau magang mereka dalam bahasa Inggris dengan baik.
YOGYAKARTA – Tantangan global yang kian kompleks pada sektor peternakan dan kesehatan hewan, tata kelola pelayanan publik dituntut untuk inovatif, berbasis data, dan kolaboratif. Semangat ini melandasi perhelatan Forum Konsultasi Publik (FKP) 2026 yang digelar oleh Balai Pengembangan Perbibitan Ternak dan Diagnostik Kehewanan (BPPTDK) di bawah naungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta. Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (11/2/2026) di Ruang Rapat Cempaka, Gedung C DPKP DIY, Jalan Gondosuli, Yogyakarta ini menjadi momentum krusial bagi masa depan sektor peternakan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Agenda utama bertajuk “Evaluasi Standar Layanan Publik BPPTDK DPKP DIY Tahun 2025” ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, pelaku usaha peternakan, hingga elemen akademisi.
Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Veteriner (Prodi Tekvet), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan bimbingan teknis persiapan uji kompetensi penyusunan dokumen sistem Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) berlisensi BNSP yang akan dilaksanakan pada bulan Maret 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Prodi Tekvet dalam memastikan mahasiswa memiliki kesiapan yang optimal, baik secara konseptual maupun praktis, sebelum mengikuti uji kompetensi. Melalui bimbingan ini, mahasiswa dibekali pemahaman mendalam terkait identifikasi bahaya, penentuan batas kritis, hingga penyusunan dokumen HACCP sesuai standar industri pangan.
Mahasiswa Program Studi Teknologi Veteriner semester 6 tahun ajaran 2025/2026 melaksanakan kegiatan magang industri sebagai bagian dari implementasi kurikulum berbasis praktik dan penguatan kompetensi profesional. Program ini menjadi tahap penting dalam pembelajaran vokasi karena memberikan pengalaman langsung di berbagai instansi strategis yang bergerak di bidang kesehatan hewan, konservasi, karantina, laboratorium veteriner, pembibitan ternak, hingga industri pengolahan produk hewani. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa secara mandiri memilih lokasi magang sesuai minat, rencana karir, dan bidang kompetensi yang ingin mereka dalami.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPAN RB) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Perubahan atas PermenPAN RB Nomor 23 Tahun 2024 mengenai Jabatan Fungsional di Bidang Pertanian, Program Studi D4 Teknologi Veteriner secara resmi telah masuk dalam kualifikasi dasar pendidikan yang dapat mendaftar formasi Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian. Pasal 24 ayat (1) huruf d angka 1 huruf c, menyebutkan bahwa lulusan S-1 atau D-IV dari berbagai bidang yang relevan, termasuk Teknologi Veteriner, memenuhi persyaratan pendidikan untuk diangkat sebagai Penyuluh Pertanian Ahli Pertama