Prodi Tekvet kembali menorehkan capaian membanggakan melalui keberhasilan alumni yang diterima dalam Program MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Tahun 2026. Program tersebut menjadi salah satu wadah bagi lulusan untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung, mengembangkan kompetensi profesional, serta memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Sebanyak 11 alumni Prodi Tekvet berhasil diterima dalam Program MagangHub Kemnaker 2026 dan menempati berbagai posisi pada perusahaan, instansi pemerintah, lembaga pelayanan publik, industri kesehatan, hingga sektor konservasi dan lingkungan. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan Prodi Tekvet memiliki relevansi dengan kebutuhan dunia kerja yang beragam dan dinamis. Adapun alumni yang berhasil diterima dalam Program MagangHub Kemnaker 2026 adalah:
SDGS4 PENDIDIKAN BERKUALITAS
Tim peneliti dari Universitas Padjadjaran bersama dosen Program Studi Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, drh. Fatkhanuddin Aziz, M.Biotech., Ph.D., berhasil mempublikasikan hasil penelitian kolaboratif pada jurnal internasional terindeks Scopus (https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1155/tswj/3410756 ). Publikasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi akademisi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya pada bidang keamanan pangan dan kesehatan masyarakat veteriner melalui kajian terhadap potensi patogen bawaan pangan.
Gathering Alumni dan Stakeholders Teknologi Veteriner 2026 Pererat Jejaring Strategis dan Kolaborasi
Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Veteriner, Sekolah Vokasi UGM, menyelenggarakan Gathering Alumni dan Stakeholders pada Sabtu, 15 di Lobi Gedung TILC. Kegiatan ini menjadi ruang temu bagi keluarga besar Prodi Teknologi Veteriner bersama alumni dan berbagai stakeholders untuk mempererat silaturahmi, berbagi pengalaman, serta membangun jejaring dan kolaborasi berkelanjutan.
Kegiatan dihadiri oleh Wakil Dekan Sekolah Vokasi beserta jajaran, Ketua KAVOGAMA, Ketua Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Ketua Program Studi Teknologi Veteriner, Ketua Ikatan Alumni Teknologi Veteriner (GAMATEKVET), serta berbagai stakeholders dari instansi pemerintahan, industri, klinik hewan, dan organisasi profesi. Sejumlah mitra yang hadir antara lain Unit Polsatwa Direktorat Samapta Polda DIY; Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul; Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo; Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul; Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan DIY; Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM; PT. Charoen Pokphand Jaya Farm; PT. Central Gemilang Mulia; Sulasto Farm; CV. Cita Nasional; Solo Safari; Gembira Loka Zoo; Klinik Hewan Animalova; Klinik Hewan Jogja, serta Perkumpulan Paramedik Veteriner Indonesia (PAVETI).
Kegiatan magang menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana ilmu yang dipelajari di bangku kuliah diterapkan dalam dunia industri. Hal ini juga dirasakan oleh Helena Adi Wisetya yang akrab dipanggil Helena dan Emanden Sandy Shelomita atau yang dikenal dengan nama Shelo. Keduanya merupakan mahasiswi Teknologi Veteriner Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada yang menjalani program magang di PT Medion Farma Jaya sejak awal Februari 2026. Perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan hewan ini dikenal sebagai salah satu produsen produk veteriner yang mendukung sektor peternakan melalui pengembangan obat, vaksin, serta berbagai produk biologis.
Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang, Jawa Barat, melaksanakan proses transfer embrio yang bertujuan meningkatkan mutu genetik, produktivitas, dan populasi sapi lokal agar mampu bersaing dengan ternak unggul nasional. Kegiatan ini mencerminkan SDGs poin 17: Partnerships for the Goals, karena keberhasilan program bergantung pada kerja sama lintas lembaga.
Transfer Embrio (TE) adalah teknologi reproduksi tingkat lanjut pada hewan ternak untuk mempercepat lahirnya bibit unggul. Metode ini peternak tidak perlu menunggu satu induk unggul melahirkan secara alami yang memakan waktu lama. Penerapan TE mendukung SDGs poin 2: Zero Hunger, karena teknologi ini berkontribusi pada peningkatan produksi pangan bergizi melalui daging dan susu berkualitas.
Program Studi Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), kembali menorehkan prestasi di kancah internasional melalui publikasi ilmiah bereputasi yang ditulis oleh drh. Morsid Andityas, M.Sc., Ph.D. dan drh. Fatkhanuddin Aziz, M.Biotech., Ph.D. Penelitian tersebut diterbitkan pada jurnal internasional terindeks Scopus Q1, Research in Veterinary Science yang diterbitkan oleh publisher Elsevier B.V. Publikasi tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas institusi serta lintas negara yang melibatkan para peneliti dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Publikasi ini menjadi bukti nyata komitmen Prodi Teknologi Veteriner dalam menghasilkan penelitian berkualitas yang memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat global.
Mahasiswa Program Studi Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, yaitu Galuh Suci Kusuma Wardhani, Maharani Zalfaa Nirina, dan Tiensa Surya Putri melaksanakan kegiatan magang wajib di Unit Polisi Satwa (Polsatwa) Polisi Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY). Unit Polsatwa merupakan unit khusus di bawah Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda DIY yang terbagi menjadi dua subunit, yaitu subunit Pelacakan dan Penangkalan (Cakkal) dan subunit Pemeliharaan dan Veteriner (Harvet) menggunakan satwa terlatih anjing (K9) dan kuda (Turangga) untuk melaksanakan fungsi preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum (Harkamtibmas), serta menjalankan fungsi perawatan dan veteriner.

Ketertarikan terhadap konservasi satwa liar menjadi salah satu alasan mahasiswa kelompok 17 mengikuti program magang di The Aspinall Foundation Program Indonesia (TAF- PI). Lembaga ini bergerak di bidang rehabilitasi dan pelepasliaran primata endemik Jawa. Selama Februari hingga April 2026, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di lapangan, tetapi juga ikut terlibat secara langsung dalam berbagai kegiatan konservasi yang bertujuan menjaga kelangsungan hidup satwa liar yang terancam. Pengalaman tersebut menjadi bentuk kontribusi nyata generasi muda dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. TAF-PI berfokus pada tiga spesies primata utama, yaitu owa jawa (Hylobates moloch), surili (Presbytis comata), dan lutung jawa (Trachypithecus mauritius). Sebagian besar satwa yang berada di lembaga ini berasal dari hasil penegakan hukum maupun penyerahan sukarela dari masyarakat.




Kegiatan magang di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, Lampung. Kegiatan diawali dengan melakukan presentasi proposal magang di Kantor Balai TNWK dan dilanjutkan dengan pengenalan lingkungan kerja, khususnya di Rumah Sakit Gajah (RSG) dan Pusat Lektur Gajah (PLG). Rumah Sakit Gajah merupakan sebuah rumah sakit gajah pertama yang ada di Asia yang diberi nama Rumah Sakit Gajah Prof. Dr. Ir. H. Rubiat Atmawidjaja. Kegiatan magang ini mendukung implementasi SDGs poin 4 (Quality Education) melalui peningkatan kompetensi mahasiswa di bidang kesehatan satwa liar, serta SDGs poin 15 (Life on Land) yang berfokus pada perlindungan dan pelestarian ekosistem daratan serta keanekaragaman hayati.
Kegiatan magang di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Daerah Istimewa Yogyakarta (BKHIT DIY) yang dilaksanakan oleh Syach Mutiara Nurani dan Tri Widya Astuti memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya pengawasan lalu lintas komoditas hewan dengan melakukan tindakan karantina pada kegiatan Domestik Keluar dan Domestik Masuk terutama pada komoditas unggas seperti ayam, entok, Day Old Chick (DOC) dan Day Old Quail (DOQ). Selain komoditas unggas hidup, kedua mahasiswi juga melakukan pengawasan terhadap produk ekspor kulit domba serta lalu lintas reptil untuk memastikan komoditas yang akan dilalulintaskan sesuai dengan prosedur karantina yang berlaku. Fokus pelayanan dari BKHIT DIY adalah mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dari setiap komoditas hewan dan produk hewan yang akan dilalulintaskan sesuai dengan UU No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Salah satu pelayanan tersebut yaitu pengawasan yang dilakukan di tempat pengeluaran dan pemasukan HPHK yang telah ditetapkan diantaranya Kantor Induk BKHIT DIY, Satuan Pelayanan Bandara Internasional Yogyakarta, Satuan Pelayanan Bandara Adisucipto, dan Pos Pelayanan Kantor Pos Plemburan. Tindakan karantina hewan domestik keluar pada komoditas unggas seperti ayam dan entok memiliki target utama pemeriksaan yaitu deteksi virus Avian Influenza (AI) dengan metode uji HA-HI, sementara itu untuk kelompok Hewan Pembawa Rabies (HPR) seperti kucing dan anjing, tindakan karantina difokuskan pada deteksi virus Rabies dengan metode uji ELISA Rabies untuk melindungi kesehatan masyarakat dan populasi hewan lokal.