Mahasiswa Program Studi Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, yaitu Galuh Suci Kusuma Wardhani, Maharani Zalfaa Nirina, dan Tiensa Surya Putri melaksanakan kegiatan magang wajib di Unit Polisi Satwa (Polsatwa) Polisi Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY). Unit Polsatwa merupakan unit khusus di bawah Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda DIY yang terbagi menjadi dua subunit, yaitu subunit Pelacakan dan Penangkalan (Cakkal) dan subunit Pemeliharaan dan Veteriner (Harvet) menggunakan satwa terlatih anjing (K9) dan kuda (Turangga) untuk melaksanakan fungsi preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum (Harkamtibmas), serta menjalankan fungsi perawatan dan veteriner.
Unit Polsatwa dibantu dengan menggunakan satwa K9 dan kuda yang memiliki kemampuan khusus, yaitu Pelacakan Umum (Cakkum), Narkotika, Bahan Peledak (Handak), Pengendalian Massa (Dalmas), Search and Rescue (SAR), serta Patroli dan Pengawalan (Patwal). Ras anjing yang digunakan dalam membantu pelaksaan kegiatan di Unit Polsatwa, seperti ras Belgian Malinois, Labrador Retriever, dan German Shepherd, sedangkan ras kuda yang digunakan adalah Warmblood. Kegiatan magang wajib di Unit Polsatwa berada di bawah bimbingan drh. Rahayu Widianingsih, selaku dokter hewan yang bertugas sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dalam kegiatan magang wajib di Unit Polsatwa Polda DIY. Fokus utama kegiatan yang dilakukan, baik medis maupun non-medis, mencakup pemeliharaan dan perawatan satwa, pemeriksaan dan pengobatan satwa, pembersihan rutin pada peralatan, kandang, dan lingkungan, pengamatan pelatihan satwa, patroli rutin, dan sharing session bersama rekan-rekan pawang di Unit K9 maupun Unit Turangga.

Pemeliharaan dan perawatan (harwat) di Unit K9 dan Unit Turangga dilaksanakan rutin untuk menjaga kesehatan dan kebugaran satwa. Kegiatan harwat rutin di Unit K9 meliputi desinfeksi kennel setiap satu bulan sekali, pembersihan kennel setiap pagi dan sore hari, serta grooming basah pada anjing setiap satu minggu sekali. Kegiatan harwat yang dilakukan di Unit Turangga juga tidak jauh berbeda dengan harwat yang dilakukan di Unit K9, kegiatan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, grooming kering, pembersihan feses, pemberian pakan dan minum yang dilakukan tiga kali dalam sehari, serta penapalan kuku kuda yang rutin dilakukan satu bulan sekali. Pelatihan untuk anjing K9 di Unit Polsatwa Polda DIY dilakukan rutin setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat dengan kelompok kemampuan khusus yang bervariasi setiap harinya. Kegiatan ini menerapkan sistem one man one dog, di mana satu orang pawang akan bertanggung jawab merawat, melatih, dan mendampingi satu ekor anjing. Syarat satwa yang dapat mengikuti pelatihan antara lain sehat secara fisik, tidak sedang looping (menstruasi) bagi anjing betina, dan terdapat pawang yang mendampingi satwa tersebut.


Seluruh kegiatan magang yang dilakukan oleh mahasiswa memiliki peran penting dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs). Sharing session antara mahasiswa dengan pawang merupakan bentuk adanya peningkatan kompetensi dan transfer pengetahuan yang mendukung SDG 4, yaitu quality education. Kerja sama yang terbentuk antara pihak institusi akademik (UGM) dengan institusi kepolisian (Polda DIY) untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa akan tindakan medis yang dilakukan di lapangan mendukung SDG 17, yaitu partnerships for the goals. Kegiatan magang wajib Program Studi Teknologi Veteriner, DTHV, Sekolah Vokasi UGM dapat menggambarkan peran aktif mahasiswa di bidang kesehatan hewan dengan mengkolaborasikan antara teori akademik dan praktik lapangan secara komprehensif. Harapannya kegiatan magang wajib yang menjadi salah satu sarana kolaborasi lintas sektor ini dapat tetap terlaksana ke depannya dan terus berkembang.
Penulis: Galuh Suci Kusuma Wardhani, Maharani Zalfaa Nirina, dan Tiensa Surya Putri