Tim peneliti dari Universitas Padjadjaran bersama dosen Program Studi Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, drh. Fatkhanuddin Aziz, M.Biotech., Ph.D., berhasil mempublikasikan hasil penelitian kolaboratif pada jurnal internasional terindeks Scopus (https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1155/tswj/3410756 ). Publikasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi akademisi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya pada bidang keamanan pangan dan kesehatan masyarakat veteriner melalui kajian terhadap potensi patogen bawaan pangan.
SDGS17
Gathering Alumni dan Stakeholders Teknologi Veteriner 2026 Pererat Jejaring Strategis dan Kolaborasi
Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Veteriner, Sekolah Vokasi UGM, menyelenggarakan Gathering Alumni dan Stakeholders pada Sabtu, 15 di Lobi Gedung TILC. Kegiatan ini menjadi ruang temu bagi keluarga besar Prodi Teknologi Veteriner bersama alumni dan berbagai stakeholders untuk mempererat silaturahmi, berbagi pengalaman, serta membangun jejaring dan kolaborasi berkelanjutan.
Kegiatan dihadiri oleh Wakil Dekan Sekolah Vokasi beserta jajaran, Ketua KAVOGAMA, Ketua Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Ketua Program Studi Teknologi Veteriner, Ketua Ikatan Alumni Teknologi Veteriner (GAMATEKVET), serta berbagai stakeholders dari instansi pemerintahan, industri, klinik hewan, dan organisasi profesi. Sejumlah mitra yang hadir antara lain Unit Polsatwa Direktorat Samapta Polda DIY; Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul; Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo; Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul; Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan DIY; Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM; PT. Charoen Pokphand Jaya Farm; PT. Central Gemilang Mulia; Sulasto Farm; CV. Cita Nasional; Solo Safari; Gembira Loka Zoo; Klinik Hewan Animalova; Klinik Hewan Jogja, serta Perkumpulan Paramedik Veteriner Indonesia (PAVETI).
Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang, Jawa Barat, melaksanakan proses transfer embrio yang bertujuan meningkatkan mutu genetik, produktivitas, dan populasi sapi lokal agar mampu bersaing dengan ternak unggul nasional. Kegiatan ini mencerminkan SDGs poin 17: Partnerships for the Goals, karena keberhasilan program bergantung pada kerja sama lintas lembaga.
Transfer Embrio (TE) adalah teknologi reproduksi tingkat lanjut pada hewan ternak untuk mempercepat lahirnya bibit unggul. Metode ini peternak tidak perlu menunggu satu induk unggul melahirkan secara alami yang memakan waktu lama. Penerapan TE mendukung SDGs poin 2: Zero Hunger, karena teknologi ini berkontribusi pada peningkatan produksi pangan bergizi melalui daging dan susu berkualitas.
Program Studi Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), kembali menorehkan prestasi di kancah internasional melalui publikasi ilmiah bereputasi yang ditulis oleh drh. Morsid Andityas, M.Sc., Ph.D. dan drh. Fatkhanuddin Aziz, M.Biotech., Ph.D. Penelitian tersebut diterbitkan pada jurnal internasional terindeks Scopus Q1, Research in Veterinary Science yang diterbitkan oleh publisher Elsevier B.V. Publikasi tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas institusi serta lintas negara yang melibatkan para peneliti dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Publikasi ini menjadi bukti nyata komitmen Prodi Teknologi Veteriner dalam menghasilkan penelitian berkualitas yang memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat global.
Mahasiswa Program Studi Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, yaitu Galuh Suci Kusuma Wardhani, Maharani Zalfaa Nirina, dan Tiensa Surya Putri melaksanakan kegiatan magang wajib di Unit Polisi Satwa (Polsatwa) Polisi Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY). Unit Polsatwa merupakan unit khusus di bawah Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda DIY yang terbagi menjadi dua subunit, yaitu subunit Pelacakan dan Penangkalan (Cakkal) dan subunit Pemeliharaan dan Veteriner (Harvet) menggunakan satwa terlatih anjing (K9) dan kuda (Turangga) untuk melaksanakan fungsi preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum (Harkamtibmas), serta menjalankan fungsi perawatan dan veteriner.

Ketertarikan terhadap konservasi satwa liar menjadi salah satu alasan mahasiswa kelompok 17 mengikuti program magang di The Aspinall Foundation Program Indonesia (TAF- PI). Lembaga ini bergerak di bidang rehabilitasi dan pelepasliaran primata endemik Jawa. Selama Februari hingga April 2026, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di lapangan, tetapi juga ikut terlibat secara langsung dalam berbagai kegiatan konservasi yang bertujuan menjaga kelangsungan hidup satwa liar yang terancam. Pengalaman tersebut menjadi bentuk kontribusi nyata generasi muda dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. TAF-PI berfokus pada tiga spesies primata utama, yaitu owa jawa (Hylobates moloch), surili (Presbytis comata), dan lutung jawa (Trachypithecus mauritius). Sebagian besar satwa yang berada di lembaga ini berasal dari hasil penegakan hukum maupun penyerahan sukarela dari masyarakat.
Program Studi Teknologi Veteriner, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada turut berpartisipasi dalam kegiatan launching Konsil Veteriner Indonesia yang diselenggarakan di Semarang pada Sabtu, 20 Juni 2026. Pada kesempatan tersebut, Prodi Teknologi Veteriner diwakili oleh drh. Fatkhanuddin Aziz, M.Biotech., Ph.D. yang hadir bersama para pemangku kepentingan di bidang pendidikan, profesi, dan layanan veteriner dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan launching Konsil Veteriner Indonesia menjadi momentum penting dalam penguatan tata kelola profesi veteriner nasional. Pembentukan konsil ini diharapkan dapat mendukung peningkatan standar kompetensi, mutu pendidikan, serta kualitas layanan veteriner di Indonesia. Kehadiran perwakilan Prodi Teknologi Veteriner UGM menunjukkan komitmen program studi dalam mengikuti perkembangan regulasi dan kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan dan profesi veteriner.
Yogyakarta — Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, turut berperan dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan pengawasan pemotongan hewan kurban dan pemantauan zoonosis di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H/Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi lintas institusi bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Veteriner, serta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia.
Dosen Program Studi Teknologi Veteriner, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, melaksanakan kunjungan ke UPTD Balai Pengembangan Perbibitan Ternak dan Diagnostik Kehewanan (BPPTDK) Provinsi D.I. Yogyakarta pada Selasa, 05 Mei 2026. Kunjungan ini secara khusus difokuskan pada Seksi Diagnostik Kehewanan di Bantul (Lab. Barongan) sebagai salah satu mitra strategis dalam mendukung kegiatan pendidikan vokasi berbasis praktik di Prodi Teknologi Veteriner.
Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap mahasiswa semester 6 yang sedang menjalani program magang di BPPTDK. Para dosen berinteraksi langsung dengan mahasiswa untuk melihat perkembangan kompetensi, keterampilan laboratorium, serta pemahaman mereka terhadap prosedur diagnostik penyakit hewan. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi sarana untuk memastikan bahwa proses pembelajaran di lapangan berjalan selaras dengan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan oleh program studi.
Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Veteriner Angkatan 2023 dalam kegiatan magang industri periode Genap 2025/2026 ikut serta dalam agenda tahunan Gembira Loka Zoo berupa Medical Check Up (MCU) satwa yakni Harimau Sumatera yang menjadi salah satu bentuk dedikasi pihak Gembira Loka Zoo sebagai lembaga konservasi ex situ untuk merawat dan menjaga kesehatan satwa yang dimiliki. Medical Check Up (MCU) adalah pemeriksaan kesehatan rutin satwa setiap satu tahun sekali secara menyeluruh yang bertujuan untuk memantau status kesehatan satwa. Kegiatan ini memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pemeriksaan kesehatan satwa liar secara nyata dan terstruktur dengan pendampingan dokter hewan. Harapannya mahasiswa dapat memahami dengan baik tindak medis di lingkup kerja konservasi satwa yang menjadi bagian penting dari pemeliharaan kesehatan dan kesejahteraan satwa.