

Dosen Program Studi Teknologi Veteriner Universitas Gadjah Mada (UGM) turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Calon Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM UGM). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM pada tanggal 7–8 April 2026 bertempat di Ballroom Teaching Industry Learning Center (TILC) Sekolah Vokasi UGM. Dosen Program Studi Teknologi Veteriner (Prodi TekVet) yang mengikuti workshop pada kesempatan ini adalah: drh. M. Rosyid Ridlo, M.Sc., Ph.D; drh Naela Wanda Yusria Dalimunthe, M.Sc; Febri Ariyanti, S.Pt., M.Sc; dan Dr. drh. Fathur Rohman Haryadi., M.Sc.
Program KKN UGM menekankan pentingnya peran DPL dalam memastikan keberhasilan program KKN-PPM sebagai salah satu bentuk implementasi tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Lebih lanjut, KKN-PPM merupakan wadah untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat, serta sebagai sarana bagi mahasiswa untuk belajar bersosialisasi di masyarakat. Beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) juga menjadi bagian dari tujuan kegiatan KKN, seperti SDG 3 (Kehidupan yang Sehat dan Sejahtera), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Peserta workshop pada hari pertama mendapatkan pembekalan materi yang komprehensif mengenai dasar-dasar KKN-PPM UGM. Materi yang disampaikan meliputi sejarah, filosofi, serta keterkaitan program KKN-PPM dengan SDGs. Peserta juga diajak memahami sistem dan mekanisme operasional KKN-PPM, termasuk struktur pelaksanaan dan alur koordinasi antara mahasiswa, DPL, dan pihak terkait di lokasi pengabdian. Selain itu, sesi mengenai tugas, wewenang, dan mekanisme pembimbingan oleh DPL menjadi salah satu fokus utama. Dalam sesi ini, dosen dibekali strategi untuk membimbing mahasiswa secara efektif di lapangan, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi program.
Materi perencanaan program KKN-PPM juga diberikan secara mendalam, terkait dengan penyusunan proposal, penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah, stakeholders maupun masyarakat setempat, serta proses perizinan yang harus ditempuh. Kegiatan hari pertama ditutup dengan diskusi best practice dalam pembimbingan KKN, di mana para peserta saling berbagi pengalaman dan strategi inovatif dalam menghadapi berbagai dinamika di lapangan. Memasuki hari kedua, workshop berfokus pada aspek keselamatan, etika, dan keberlanjutan program. Materi mengenai Safety, Health, and Environment (SHE) serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diberikan untuk memastikan bahwa pelaksanaan KKN-PPM berjalan dengan aman dan minim risiko, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat.
Topik kekerasan seksual dan kesehatan mental juga menjadi perhatian penting, mengingat perlunya menciptakan lingkungan pengabdian yang aman, inklusif, dan suportif. Selain itu, peserta mendapatkan pembekalan terkait mitigasi bencana dalam pelaksanaan KKN-PPM, yang sangat relevan dengan kondisi geografis Indonesia yang rawan bencana. Materi ini diharapkan dapat membantu DPL dalam mengantisipasi dan menangani potensi risiko selama kegiatan berlangsung. Sesi mengenai kolaborasi dan kemitraan juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam meningkatkan dampak program pengabdian kepada masyarakat.
Etika dan tata tertib KKN-PPM UGM turut dibahas untuk memastikan bahwa seluruh pihak yang terlibat mematuhi norma dan aturan yang berlaku. Dalam konteks pengembangan program yang berkelanjutan, materi Teknologi Tepat Guna (TTG) menjadi sangat relevan, terutama bagi dosen dari Prodi TekVet untuk dapat mengaplikasikan inovasi di bidang kesehatan hewan dan peternakan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat. Sesi terakhir berupa studi kasus KKN-PPM UGM memberikan gambaran nyata mengenai dinamika lapangan serta strategi penanganan yang dapat dilakukan oleh DPL.
Partisipasi dosen dalam workshop ini menunjukkan komitmen dari pengelola Prodi TekVet UGM dan para dosen dalam berkontribusi untuk meningkatkan kualitas pembimbingan KKN-PPM, khususnya dalam bidang kesehatan hewan dan pemberdayaan peternak. Hal ini sejalan dengan upaya mendukung SDG 3 melalui peningkatan kesehatan hewan yang berdampak pada kesehatan manusia, serta SDG 8 melalui penguatan ekonomi masyarakat berbasis peternakan. Melalui workshop ini, diharapkan para calon DPL dapat menjalankan perannya secara profesional, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ke depan, KKN-PPM UGM diharapkan semakin mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan berkelanjutan di berbagai daerah. Dengan sinergi antara dosen, mahasiswa, masyarakat, dan stakeholders terkait, program ini diharapkan terus berkembang menjadi wadah pembelajaran yang tidak hanya berdampak secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.
Penulis: MRR, FAR, NWY, FRH