Mendukung kesehatan ternak dan keamanan pangan melalui inovasi berbasis minyak atsiri.



Tim peneliti mahasiswi Program Studi Teknologi Veteriner (Prodi TekVet), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dibimbing oleh drh. Clara Ajeng Artdita, M.Sc., tengah mengembangkan nanoemulsi minyak atsiri herbal sebagai inovasi untuk pencegahan mastitis pada ternak perah. Penelitian ini dilakukan secara in vitro di Laboratorium Pengembangan dan Inovasi Veteriner TekVet UGM, dengan tujuan menciptakan solusi alami yang efektif sekaligus mendukung praktik peternakan berkelanjutan.
Yogyakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh alumni Program Studi Teknologi Veteriner Universitas Gadjah Mada (UGM). Dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2025. Sejumlah lulusan yang berasal dari jalur alih program D4-Teknologi Veteriner diantaranya Litania Debora Erna, Adam Ma’arij Ramadhan, Ulfiyatul Khairiyah dan Tsagilsha Nurindra berhasil lolos dan diterima bekerja di Balai Besar Veteriner Farma (BBVF Pusvetma) Surabaya, sebuah lembaga strategis di bawah naungan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Keberhasilan empat mahasiswa Teknologi Veteriner yang lolos dalam program Magang Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Batch 7 berkontribusi dalam mendukung beberapa poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) serta membawa manfaat bagi pengembangan diri mereka secara profesional. Program ini didukung penuh oleh Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Veteriner Sekolah Vokasi UGM agar mahasiswa memiliki pengalaman dan kemampuan yang baik sehingga siap untuk berkiprah di dunia kerja. Berikut adalah kontribusi masing-masing mahasiswa dengan poin SDGs:
Tim Batako Bawono, yang terdiri dari lima mahasiswa kreatif Universitas Gadjah Mada telah menciptakan terobosan inovatif dalam memanfaatkan kotoran sapi sebagai bahan baku batako dari kelompok ternak di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tim ini diketuai oleh Dinda Ramadhan (Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Veteriner), dengan tim: Zaenal Arif (Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Veteriner), Nauziyah Azuardini (Program Studi Ilmu dan Industri Peternakan), Yossi Dyah Listiana (Ilmu dan Industri Peternakan), dan Muhammad Rakan Arrandhi (Program Studi Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil). Mereka mendapat dampingan dari dosen Ir. Annisa’ Qurrotun A’yun, S. Pt., M. Sc., IPP. Dalam upaya mengatasi masalah limbah peternakan dan mencari alternatif material ramah lingkungan. Tim Batako Bawono merancang proses pengolahan kotoran sapi menjadi batako yang kuat dan murah. Kotoran sapi, yang sebelumnya dianggap sebagai limbah, diubah menjadi sumber daya bernilai tinggi melalui proses pengeringan, pencampuran dengan bahan lain, dan pencetakan menjadi batako.