YOGYAKARTA – Tantangan global yang kian kompleks pada sektor peternakan dan kesehatan hewan, tata kelola pelayanan publik dituntut untuk inovatif, berbasis data, dan kolaboratif. Semangat ini melandasi perhelatan Forum Konsultasi Publik (FKP) 2026 yang digelar oleh Balai Pengembangan Perbibitan Ternak dan Diagnostik Kehewanan (BPPTDK) di bawah naungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta. Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (11/2/2026) di Ruang Rapat Cempaka, Gedung C DPKP DIY, Jalan Gondosuli, Yogyakarta ini menjadi momentum krusial bagi masa depan sektor peternakan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Agenda utama bertajuk “Evaluasi Standar Layanan Publik BPPTDK DPKP DIY Tahun 2025” ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, pelaku usaha peternakan, hingga elemen akademisi.
SDGS8
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPAN RB) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Perubahan atas PermenPAN RB Nomor 23 Tahun 2024 mengenai Jabatan Fungsional di Bidang Pertanian, Program Studi D4 Teknologi Veteriner secara resmi telah masuk dalam kualifikasi dasar pendidikan yang dapat mendaftar formasi Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian. Pasal 24 ayat (1) huruf d angka 1 huruf c, menyebutkan bahwa lulusan S-1 atau D-IV dari berbagai bidang yang relevan, termasuk Teknologi Veteriner, memenuhi persyaratan pendidikan untuk diangkat sebagai Penyuluh Pertanian Ahli Pertama
Kulon Progo – Bagi sebagian besar masyarakat pedesaan, beternak domba seringkali masih dipandang sebelah mata. Kegiatan beternak domba-kambing hanyalah usaha sampingan, sekadar “Celengan” hidup yang baru akan dipecah—atau dijual—saat ada kebutuhan mendesak. Pola pikir ini yang selama ini menyelimuti peternak tradisional. Realitas di lapangan, pada kegiatan pengabdian masyarakat di Kelompok Ternak “Ngudi Rahayu” di Ngentakrejo, Lendah, Kulon Progo, data menunjukkan mayoritas kandang masih dikelola secara tradisional tanpa memperhatikan sanitasi dan manajemen limbah. Akibatnya, pemeliharaan harian menjadi sulit dan tidak efisien. Padahal, dengan rata-rata kepemilikan ternak kurang dari 4 ekor per orang, potensi ekonomi kelompok ini sejatinya sangat besar jika dikelola dengan manajemen modern.
Pengabdian Masyarakat oleh Program Studi (Prodi) Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi (SV), Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat oleh Tim SV UGM dilakukan dengan mencari permasalahan yang ada dan memberikan solusi untuk meningkatkan kelas peternakan tradisional di Kapanewon (Kecamatan) Lendah, Kulon Progo menuju peternakan sehat dengan kandang modern. Geliat peternakan domba di Lendah, Kulon Progo, DIY, kini memasuki babak baru. Para peternak di Dusun Bendo (Kalurahan Ngentakrejo), Kelompok Ternak Ngudi Rahayu (Lendah), yang puluhan tahun menjalankan usaha sebagai “tabungan” ternak, kini didorong untuk memulai bertransformasi. Melalui program pengabdian masyarakat pada tahun 2025 ini, Peternak dimotivasi agar beralih dari manajemen yang dikelola secara sambilan, menjadi peternak modern yang mampu memanfaatkan teknologi digital.
Di tengah tuntutan global terhadap praktik industri yang berkelanjutan, isu mengenai higiene dan kesehatan kerja semakin mendapatkan sorotan. Setiap produk yang dihasilkan industri tidak hanya mencerminkan kualitas bahan baku dan teknologi, tetapi juga mencerminkan kualitas sumber daya manusia di baliknya. Karyawan yang memiliki pengetahuan baik tentang higiene dan keselamatan kerja tidak hanya melindungi diri mereka sendiri, tetapi juga menjamin keberlanjutan operasional industri.


Kabupaten Dompu terletak di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dompu diketahui merupakan salah satu wilayah dengan sistem peternakan sapi potong yang dilakukan secara ekstensif. Sistem pemeliharaan ternak secara ekstensif dilakukan dengan cara melepaskan ternak di lahan penggembalaan selama periode pemeliharaan, pakan bergantung kondisi alam dan musim, serta minim intervensi terhadap ternak (Hilmiati et al., 2019). Mayoritas peternak di Dompu melakukan kegiatan pemeliharaan ternak secara tradisional dengan cara menggembalakan ternak di padang umbaran atau di lahan pribadi, serta mengintegrasikan crop cow dengan memanfaatkan limbah pertanian (jagung, kacang hijau, padi). Pemerintah daerah melalui Dinas Peternakan juga terus mendukung sektor peternakan dan kesehatan hewan di Dompu melalui program khusus yaitu vaksinasi ternak rutin per tahun dan registrasi ternak.
Industri pengolahan susu merupakan bagian penting dari sektor pangan yang berkontribusi pada pemenuhan gizi masyarakat. Dalam proses produksinya, kebersihan dan sanitasi menjadi faktor utama untuk menjamin kualitas dan keamanan produk. Salah satu aspek krusial adalah personal hygiene (kebersihan pribadi) dari karyawan yang terlibat langsung dalam pengolahan. Personal hygiene tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga berperan besar dalam mencegah kontaminasi silang dan penyebaran penyakit melalui produk susu.
Yogyakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh alumni Program Studi Teknologi Veteriner Universitas Gadjah Mada (UGM). Dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2025. Sejumlah lulusan yang berasal dari jalur alih program D4-Teknologi Veteriner diantaranya Litania Debora Erna, Adam Ma’arij Ramadhan, Ulfiyatul Khairiyah dan Tsagilsha Nurindra berhasil lolos dan diterima bekerja di Balai Besar Veteriner Farma (BBVF Pusvetma) Surabaya, sebuah lembaga strategis di bawah naungan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Field Research Center (FRC) merupakan salah satu Learning Center Universitas Gadjah Mada yang berada di Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Yogyakarta. FRC diharapkan menjadi fasilitas penelitian dan pengembangan kolaboratif dan hub penghubung yang menyediakan kolaborasi lanjutan antara Akademik-Industri-Pemerintah-Komunitas. Produk komoditas lokal dari masyarakat lokal dikembangkan dan ditingkatkan melalui penelitian kolaboratif ini, sehingga dapat menjadi penghasil pendapatan bagi masyarakat lokal. FRC juga diharapkan dapat memberikan dampak bagi pembangunan daerah Kabupaten Kulonprogo melalui pengabdian kepada masyarakat, pendidikan masyarakat, dan pengembangan masyarakat.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan sosial ekonomi di era globalisasi mendorong mahasiswa untuk fokus dalam pengembangan kreativitas dan inovasi. Salah satu pengembangan kreativitas yang diharapkan adalah pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa. Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Veteriner mempunyai mata kuliah yang mendorong pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa yaitu mata kuliah Ide Kreatif dan Kewirausahaan. Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib di Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada. Mata kuliah tersebut mempelajari ide dan peluang, kreativitas, inovasi, perencanaan usaha, faktor-faktor pemicu kewirausahaan, model proses kewirausahaan, ciri dan fungsi wirausaha, dan kompetensi wirausaha. Capaian pembelajaran yang diharapkan antara lain yaitu mahasiswa mampu memahami konsep kewirausahaan dan mampu menerapkan pemikiran yang kreatif dan inovatif. Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Veteriner diharapkan mampu mengaplikasikan perencanaan usaha sampai dengan inisiasi start up di akhir pertemuan kuliah.