
Program Studi Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada mencatat capaian akademik dosen melalui keberhasilan drh. Morsid Andityas, M.Sc., Ph.D. dalam menyelesaikan pendidikan Ph.D. (S3) di Faculty of Veterinary Medicine, Khon Kaen University, Thailand. Pendidikan doktoral tersebut diselesaikan dalam waktu 3 tahun 11 bulan.
Selama menempuh studi doktoral, drh. Morsid Andityas, M.Sc., Ph.D. secara aktif melaksanakan kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah. Hingga akhir masa studi, yang bersangkutan menghasilkan tujuh publikasi ilmiah internasional pada jurnal bereputasi yang terindeks Scopus dengan kuartil Q1 dan Q2. Capaian ini menunjukkan konsistensi dalam pengembangan riset serta kontribusi ilmiah di bidang ilmu veteriner.
Sleman, Program Studi Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan pengendalian parasit gastrointestinal pada ternak domba melalui pendekatan deworming berbasis monitoring lapangan. Kegiatan ini dilaksanakan di peternakan mitra Sinatria Farm, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, sebagai bagian dari upaya mendorong penerapan manajemen kesehatan ternak yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Dosen Prodi Tekvet, drh. Dela Ria Nesti, M.Sc yang saat ini sedang menempuh studi S3 di International
Dr. drh. Fathur Rohman Haryadi, M.Sc. dosen Program Studi Teknologi Veteriner, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, resmi menyandang gelar Doktor (S3) pada 21 Oktober 2025. Gelar tersebut diraih setelah berhasil menyelesaikan studi doktoralnya di Program Studi Sains Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada, dengan disertasi berjudul “Determinasi Morfologi Morfometri dan Karakterisasi Molekuler Eimeria zuernii di Pulau Jawa”. Dalam prosesi wisuda tersebut, Dr. Fathur terpilih sebagai perwakilan Fakultas dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna yaitu 4.00 (cumlaude). Hal serupa juga diperoleh saat kelulusan wisuda S2 dengan IPK 4.00 (cumlaude).
Di tengah tuntutan global terhadap praktik industri yang berkelanjutan, isu mengenai higiene dan kesehatan kerja semakin mendapatkan sorotan. Setiap produk yang dihasilkan industri tidak hanya mencerminkan kualitas bahan baku dan teknologi, tetapi juga mencerminkan kualitas sumber daya manusia di baliknya. Karyawan yang memiliki pengetahuan baik tentang higiene dan keselamatan kerja tidak hanya melindungi diri mereka sendiri, tetapi juga menjamin keberlanjutan operasional industri.
Dua penyakit menul
