Mahasiswa Program Studi Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Almira Alya Rifadha, Kharisma Dhea Aninda, dan Maryam, melaksanakan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Internal di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Banten, Satuan Pelayanan Soekarno Hatta yang berfokus pada pencegahan masuk, keluar, dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), memastikan keamanan dan mutu pangan/pakan, serta tumbuhan/satwa liar (langka). Kegiatan magang ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai sistem karantina hewan, pengawasan lalu lintas komoditas hewan, serta prosedur pengujian laboratorium yang dilakukan untuk menjamin keamanan dan kesehatan komoditas yang akan dilakukan untuk menjamin keamanan dan kesehatan komoditas yang akan dilalulintaskan. Selama proses pelaksanaan program, aktivitas magang dibagi ke dalam tiga unit utama yakni kantor pelayanan karantina, pengujian laboratorium, dan instalasi karantina hewan.
SDGS15
Program Studi Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada mewajibkan mahasiswa semester 6 untuk melaksanakan kegiatan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) internal selama 560 jam (± 3,5 bulan). Kegiatan ini dilaksanakan di Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, dengan penempatan pada bagian Pengamatan Penyakit Hewan (P2H). Pada bagian ini, mahasiswa terlibat dalam kegiatan surveilans penyakit hewan yang berfokus pada pengolahan, analisis, dan interpretasi data sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengendalian penyakit di tingkat nasional.
Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Veteriner Angkatan 2023 dalam kegiatan magang industri periode Genap 2025/2026 ikut serta dalam agenda tahunan Gembira Loka Zoo berupa Medical Check Up (MCU) satwa yakni Harimau Sumatera yang menjadi salah satu bentuk dedikasi pihak Gembira Loka Zoo sebagai lembaga konservasi ex situ untuk merawat dan menjaga kesehatan satwa yang dimiliki. Medical Check Up (MCU) adalah pemeriksaan kesehatan rutin satwa setiap satu tahun sekali secara menyeluruh yang bertujuan untuk memantau status kesehatan satwa. Kegiatan ini memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pemeriksaan kesehatan satwa liar secara nyata dan terstruktur dengan pendampingan dokter hewan. Harapannya mahasiswa dapat memahami dengan baik tindak medis di lingkup kerja konservasi satwa yang menjadi bagian penting dari pemeliharaan kesehatan dan kesejahteraan satwa.


Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi menarik kembali mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode II Tahun 2025 pada tanggal 8 Agustus 2025 setelah melaksanakan program selama lima puluh hari di berbagai wilayah Indonesia. Penarikan ini menjadi momen penutup rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan ribuan mahasiswa lintas fakultas dan program studi, termasuk dari Program Studi Teknologi Veteriner (TekVet), Sekolah Vokasi UGM.

Kegiatan penarikan yang berlangsung di Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo dihadiri oleh Priyo Cahyono, S. TP., MM. selaku Camat Kecamatan Garung, dosen pembimbing lapangan Dr. Ir. Nurulia Hidayah, S. Pt., M.P., IPM., ASEAN. Eng yang juga merupakan salah satu dosen Sarjana Terapan Teknologi Veteriner, perangkat desa, serta perwakilan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa mempresentasikan hasil program kerja yang telah mereka laksanakan, mencakup bidang pendidikan, kesehataan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi.


Desa Dorebara, Kecamatan Dompu merupakan ibukota Kabupaten Dompu yang termasuk ke dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Potensi pertanian di Kecamatan Dompu cukup besar, dengan luas lahan pertanian mencapai 18.647 hektar. Komoditas utama yang dibudidayakan meliputi padi, jagung, dan tanaman hortikultura, serta peternakan. Curah hujan yang cukup tinggi di musim hujan mendukung sektor pertanian dan peternakan. Akan tetapi, musim kemarau panjang merupakan tantangan utama untuk mengakses air sehingga mengakibatkan minimnya ketersediaan sumber pakan ternak (BPS, 2024; Dompukab, 2025). Pengelolaan sumber daya alam yang tepat sesuai dengan kondisi agroklimat akan meningkatkan ketahanan lokal, sehingga berpartisipasi dalam menangani perubahan iklim (SDGs 13). Desa Dorebara merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Dompu dengan luas 2,5 km2, berpopulasi penduduk sekitar 3.800 jiwa dengan mata pencaharian beragam, salah satu mata pencaharian mayoritas penduduk adalah sebagai peternak (BPS, 2024).