

Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi menarik kembali mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode II Tahun 2025 pada tanggal 8 Agustus 2025 setelah melaksanakan program selama lima puluh hari di berbagai wilayah Indonesia. Penarikan ini menjadi momen penutup rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan ribuan mahasiswa lintas fakultas dan program studi, termasuk dari Program Studi Teknologi Veteriner (TekVet), Sekolah Vokasi UGM.

Kegiatan penarikan yang berlangsung di Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo dihadiri oleh Priyo Cahyono, S. TP., MM. selaku Camat Kecamatan Garung, dosen pembimbing lapangan Dr. Ir. Nurulia Hidayah, S. Pt., M.P., IPM., ASEAN. Eng yang juga merupakan salah satu dosen Sarjana Terapan Teknologi Veteriner, perangkat desa, serta perwakilan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa mempresentasikan hasil program kerja yang telah mereka laksanakan, mencakup bidang pendidikan, kesehataan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi.
Lokasi KKN yang menjadi sorotan adalah Desa Jengkol, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo. Mengusung tema “Peningkatan Kesehatan Ternak dan Produktivitas Pakan Melalui Kolaborasi Multidisiplin”, mahasiswa TekVet menjadi penggerak utama dalam menjalankan program-program kesehatan hewan, dengan dukungan dan kolaborasi bersama mahasiswa Kedokteran Hewan dan Pertanian. Fokus kegiatan diarahkan pada peningkatan kesehatan ternak dan optimalisasi produktivitas peternakan rakyat.
Salah satu mahasiswa Program Studi Teknologi Veteriner yang berperan dalam program tersebut adalah Rizqulloh Faathir Akmal Yuliandi, selama berada di lokasi KKN, mahasiswa TekVet berperan aktif dalam menyukseskan kontes domba Wonosobo, pembuatan UMB (Urea Molasses Block), obat cacing, dan rumput Gamma Umami berkolaborasi dengan mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan dan mahasiswa Pertanian, serta memberikan vitamin pada domba di peternakan di Desa Jengkol, Kecamatan Garung, Wonosobo. Program ini tidak hanya bermanfaat bagi peternak lokal, tetapi juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan hewan.
Kegiatan tersebut juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Penyuluhan dan pendampingan dalam bidang peternakan mendukung SDG 2 (Zero Hunger) melalui peningkatan produktivitas ternak, SDG 3 (Good Health and Well-Being) dengan menjaga kesehatan hewan sebagai penjamin pangan sehat, serta SDG 15 (Life on Land) dengan praktik pemeliharaan yang ramah lingkungan. Kehadiran mahasiswa TekVet membuktikan bahwa ilmu veteriner memiliki kontribusi nyata terhadap agenda pembangunan global.

Menurut Rizqulloh Faathir Akmal Yuliandi, Teknologi Veteriner 2022, pengalaman KKN menjadi kesempatan berharga untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung di lapangan. “Kami belajar banyak dari masyarakat, sekaligus berharap ilmu yang kami bagikan dapat terus digunakan setelah program berakhir”, ujarnya. Dukungan dari dosen pembimbing lapangan dan kolaborasi dengan rekan mahasiswa lintas disiplin menjadi faktor pendukung keberhasilan kegiatan ini. Dengan berakhirnya KKN Periode II Tahun 2025, UGM menegaskan kembali komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap permasalahan sosial. Kehadiran mahasiswa Teknologi Veteriner di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa ilmu peternakan dan kesehatan hewan memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat pedesaan.