



Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) adalah penyakit menular yang menyerang sapi, disebabkan oleh virus dari kelompok Capripoxvirus. Penyakit ini menyebabkan munculnya benjolan-benjolan besar pada kulit, demam, lemas, serta penurunan nafsu makan. Di Yogyakarta, khususnya di wilayah Kulon Progo, kasus LSD pada sapi sudah mulai ditemukan sejak tahun 2023. Penyakit ini menjadi masalah serius karena bisa menurunkan produktivitas ternak dan menyebar dengan cepat. Melihat kondisi tersebut, drh. Fajar Budi Lestari, M.Biotech., Ph.D. dosen dari Program Studi Teknologi Veteriner, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama beberapa mahasiswanya, melakukan penelitian untuk mengetahui dampak penyakit ini secara lebih dalam, khususnya melalui pemeriksaan darah atau yang dikenal dengan istilah hematologi.


Desa Dorebara, Kecamatan Dompu merupakan ibukota Kabupaten Dompu yang termasuk ke dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Potensi pertanian di Kecamatan Dompu cukup besar, dengan luas lahan pertanian mencapai 18.647 hektar. Komoditas utama yang dibudidayakan meliputi padi, jagung, dan tanaman hortikultura, serta peternakan. Curah hujan yang cukup tinggi di musim hujan mendukung sektor pertanian dan peternakan. Akan tetapi, musim kemarau panjang merupakan tantangan utama untuk mengakses air sehingga mengakibatkan minimnya ketersediaan sumber pakan ternak (BPS, 2024; Dompukab, 2025). Pengelolaan sumber daya alam yang tepat sesuai dengan kondisi agroklimat akan meningkatkan ketahanan lokal, sehingga berpartisipasi dalam menangani perubahan iklim (SDGs 13). Desa Dorebara merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Dompu dengan luas 2,5 km2, berpopulasi penduduk sekitar 3.800 jiwa dengan mata pencaharian beragam, salah satu mata pencaharian mayoritas penduduk adalah sebagai peternak (BPS, 2024).