Kambing S
apera dikenal sebagai salah satu ras unggulan dalam produksi susu karena mampu menghasilkan susu dalam jumlah relatif tinggi dengan kualitas gizi yang baik, sehingga banyak dimanfaatkan sebagai sumber susu alternatif bagi masyarakat Indonesia. Kambing Sapera sendiri merupakan hasil persilangan antara kambing Saanen dan Peranakan Ettawa (PE) yang menggabungkan keunggulan dari kedua ras tersebut, menjadikannya pilihan unggul dalam usaha peternakan perah di Indonesia. Dibandingkan dengan Saanen yang berasal dari daerah beriklim dingin, Sapera lebih adaptif terhadap iklim tropis karena mewarisi daya tahan dari PE, sekaligus tetap memiliki produktivitas susu tinggi seperti Saanen. Selain itu, tubuhnya yang lebih kokoh dan tidak terlalu besar memudahkan dalam pemeliharaan, sementara sifat jinak dan pertumbuhan yang relatif cepat menjadikan Sapera lebih ekonomis dan efisien bagi peternak lokal. Kombinasi ini menjadikan kambing Sapera alternatif ideal untuk produksi susu kambing dalam skala kecil hingga menengah.
Post


Program Studi Teknologi Veteriner, Sekolah Vokasi (Prodi Tekvet) menggelar seminar magang industri yang berlangsung diBallroom Gedung Teaching Industry Learning Center (TILC) pada tanggal 11-12 Juni 2025. Seminar tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa reguler tahun angkatan 2022 untuk memaparkan hasil praktik, pengalaman praktis selama menjalani magang industri di periode magang yang dilakukan pada 15 Februari – 30 Mei 2025. Magang industri merupakan bagian dari kurikulum untuk menguatkan pemahaman teoritis melalui aplikasi di lapangan terkait dengan bidang teknologi veteriner.


Desa Dorebara, Kecamatan Dompu merupakan ibukota Kabupaten Dompu yang termasuk ke dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Potensi pertanian di Kecamatan Dompu cukup besar, dengan luas lahan pertanian mencapai 18.647 hektar. Komoditas utama yang dibudidayakan meliputi padi, jagung, dan tanaman hortikultura, serta peternakan. Curah hujan yang cukup tinggi di musim hujan mendukung sektor pertanian dan peternakan. Akan tetapi, musim kemarau panjang merupakan tantangan utama untuk mengakses air sehingga mengakibatkan minimnya ketersediaan sumber pakan ternak (BPS, 2024; Dompukab, 2025). Pengelolaan sumber daya alam yang tepat sesuai dengan kondisi agroklimat akan meningkatkan ketahanan lokal, sehingga berpartisipasi dalam menangani perubahan iklim (SDGs 13). Desa Dorebara merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Dompu dengan luas 2,5 km2, berpopulasi penduduk sekitar 3.800 jiwa dengan mata pencaharian beragam, salah satu mata pencaharian mayoritas penduduk adalah sebagai peternak (BPS, 2024).

PENDAFTARAN SUMPAH PROFESI PARAMEDIK VETERINER TAHUN 2025
Sehubungan akan dilaksanakan prosesi pengambilan Sumpah Profesi Paramedik Veteriner, yang akan dilaksanakan pada:
Hari, tanggal : Kamis, 21 Agustus 2025
Waktu : 07.30 – 12.00 WIB
Tempat : Ballroom TILC, Sekolah Vokasi, UGM
Peserta yang dapat mengikuti Sumpah Profesi Paramedik Veteriner, adalah:
1. Alumni Diploma III Kesehatan Hewan, Sekolah Vokasi, UGM.
2. Alumni Sarjana Terapan Teknologi Veteriner, Sekolah Vokasi, UGM.
3. Memiliki KTA PAVETI.
4. Biaya pendaftaran Rp. 250.000,-.
Yogyakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh alumni Program Studi Teknologi Veteriner Universitas Gadjah Mada (UGM). Dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2025. Sejumlah lulusan yang berasal dari jalur alih program D4-Teknologi Veteriner diantaranya Litania Debora Erna, Adam Ma’arij Ramadhan, Ulfiyatul Khairiyah dan Tsagilsha Nurindra berhasil lolos dan diterima bekerja di Balai Besar Veteriner Farma (BBVF Pusvetma) Surabaya, sebuah lembaga strategis di bawah naungan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Yogyakarta, 25 Mei 2025 — Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Veteriner Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar kuliah praktisi yang menghadirkan narasumber berkompeten, Drh. H. Agustia, M.P., Kepala Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros. Kegiatan kuliah tamu ini dilaksanakan dalam upaya memperkaya wawasan dan memperdalam keterampilan mahasiswa di bidang teknologi veteriner. Acara yang berlangsung pada hari Jumat, 23 Mei 2025 ini menyoroti topik krusial “Tata Kelola Sampel Veteriner di Balai Besar Veteriner Maros,” yang menjadi pondasi penting dalam proses diagnostik laboratorium veteriner.
Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Veteriner (Program Studi Tekvet) secara rutin melaksanakan kegiatan monitoring terhadap mahasiswa yang sedang melaksanakan magang di berbagai lokasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses pembelajaran di tempat magang berjalan sesuai dengan kurikulum serta mendukung pencapaian kompetensi mahasiswa. Monitoring dilakukan oleh dosen pembimbing dengan mengunjungi langsung lokasi magang terpilih, baik yang berada di instansi pemerintah, swasta, maupun peternakan mandiri. Kurikulum Program Studi Tekvet didesain sedemikian rupa, memberikan kesempatan luas kepada mahasiswa untuk melaksanakan magang hingga 1 tahun, yaitu pada semester 6 dan 7. Sebelumnya, mahasiswa dibekali dengan core keilmuan Program Studi Tekvet sejak semester 1 hingga 5, dengan tujuan mahasiswa telah mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang cukup sebelum melaksanakan magang. Tercatat pada tahun 2025 ini, mahasiswa angkatan 2022 melaksanakan magang di 21 lokasi.

Sebagai wujud kolaborasi antar perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di bidang kesehatan hewan, drh. Morsid Andityas, M.Sc., selaku dosen dari Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Veteriner (Tekvet), Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (UGM), berkesempatan memberikan kuliah umum secara daring kepada mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran.
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari Veterinary Medicine Skills Program (VMSP) Blok Veterinary Service Program (VSP) Semester Genap Tahun Ajaran 2024/2025 yang dirancang khusus untuk mahasiswa tahun ketiga Program Studi Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran. Adanya kuliah mengenai “Epidemiologi Veteriner” diharapkan dapat memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai konsep dan aplikasi epidemiologi veteriner dalam praktik kesehatan hewan. Kuliah daring tersebut dilaksanakan selama tiga hari yaitu pada tanggal 22, 24, dan 28 April 2025.

Magang merupakan kegiatan pembelajaran secara langsung di lokasi industri atau perusahaan yang dilakukan oleh siswa/mahasiswa dalam jangka waktu tertentu untuk memperoleh pengalaman dan pengetahuan secara praktik langsung. Kegiatan magang memiliki peran krusial dalam pendidikan vokasi karena memberikan pengalaman nyata di dunia kerja yang tidak dapat sepenuhnya diperoleh di ruang kampus. Melalui magang, mahasiswa Sekolah Vokasi UGM dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka pelajari secara langsung dalam lingkungan profesional, sehingga memperkuat kompetensi teknis dan soft skills seperti komunikasi, disiplin, serta etika kerja. Lebih lanjut, magang membuka wawasan siswa terhadap dinamika industri, memperluas jaringan profesional, dan meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja setelah lulus. Magang menjadi jembatan penting antara dunia pendidikan dan dunia kerja dalam mencetak lulusan yang siap pakai.
Antimicrobial Resistance (AMR) atau resistensi antibiotik adalah kondisi di mana mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit menjadi kebal terhadap obat-obatan yang sebelumnya efektif, seperti antibiotik,
antivirus, atau antijamur. Situasi terkini menunjukkan bahwa AMR semakin meningkat di seluruh dunia termasuk Indonesia. Bakteri yang resisten menyebabkan infeksi yang lebih sulit diobati, memperpanjang masa perawatan, meningkatkan biaya medis, dan meningkatkan angka kematian. Penyalahgunaan dan penggunaan berlebihan antibiotik di sektor kesehatan manusia dan pertanian (khususnya peternakan/kesehatan hewan), serta kurangnya pengembangan obat baru, semakin memperburuk masalah ini. Mengatasi AMR sangat penting untuk menjaga efektivitas pengobatan yang ada, melindungi kesehatan masyarakat, serta mencegah terjadinya krisis kesehatan global yang lebih besar di masa depan.